Nakama Creative Lab

Strategi & Planning

Dari cara berpikir strategi, menentukan tujuan & audiens, memilih platform, menyusun pilar konten, sampai mengubahnya jadi rencana konten yang bisa dijalankan.

6 bab · 22 materi · gratis

Bab 1

Pondasi Mindset Strategi Sosmed

Apa sebenarnya strategi, dan kenapa rajin posting saja belum cukup.

  1. 1Apa itu strategi sosmed (dan kenapa "rajin posting" belum tentu punya strategi)Strategi sosmed adalah serangkaian pilihan sadar soal mau menang di mana dan dengan cara apa, bukan sekadar rutin mengisi feed.
  2. 2Beda strategi sosmed, taktik konten, dan eksekusi harian: biar nggak ketukerStrategi adalah arah besar, taktik adalah cara mencapainya, eksekusi adalah pengerjaan harian. Ketiganya beda peran dan sering ketuker.
  3. 3Strategi vs planning: kenapa "jadwal posting" aja belum disebut strategiPlanning adalah daftar aktivitas yang kamu kontrol, strategi adalah teori kenapa aktivitas itu akan menang. Punya jadwal posting belum berarti punya strategi.
  4. 4Mulai dari tujuan brand, bukan dari "mau bikin konten apa"Konten yang baik lahir dari tujuan, bukan dari ide dadakan. Mulai dari apa yang brand mau capai, baru tentukan kontennya.
  5. 5Anti-asal-ikut: kenapa strategi sosmed brand lain belum tentu cocok buat kitaStrategi yang berhasil untuk satu brand bisa gagal untuk brand lain karena audiens, produk, dan kondisinya beda. Tiru cara berpikirnya, bukan jurusnya.

Bab 2

Menentukan Tujuan & Audiens

Pilih satu tujuan utama dan kenali siapa yang kamu ajak ngobrol.

  1. 1Nentuin tujuan akun sosmed: mau dikenal, diajak ngobrol, atau jualanTujuan sosmed umumnya jatuh ke salah satu dari tiga: dikenal (awareness), diajak ngobrol (engagement), atau jualan (konversi). Tiap tujuan butuh konten yang beda.
  2. 2Kenapa satu tujuan utama dulu lebih baik daripada mau semua sekaligusMengejar banyak tujuan sekaligus membagi energi dan bikin semua hasil setengah matang. Fokus ke satu tujuan utama membuat konten lebih tajam dan progres lebih cepat terlihat.
  3. 3Kenal siapa yang kita ajak ngobrol (dasar audiens di sosmed)Audiens bukan sekadar umur dan jenis kelamin. Yang lebih berguna adalah memahami apa yang mereka butuhkan, takutkan, dan inginkan, supaya konten terasa nyambung.
  4. 4"Konten buat semua orang": kenapa itu jebakan, bukan strategiKonten yang berusaha menyenangkan semua orang biasanya nggak nyangkut ke siapa-siapa. Menyasar kelompok spesifik justru bikin konten lebih kuat dan menjangkau lebih jauh.

Bab 3

Memilih Platform & Perannya

Nggak semua platform harus diisi — pilih yang perannya pas.

  1. 1Kenapa nggak semua platform sosmed harus diisiHadir di semua platform menyebar tenaga terlalu tipis. Lebih baik kuat di satu atau dua platform tempat audiensmu benar-benar berada daripada lemah di banyak tempat.
  2. 2Tiap platform punya peran beda: dasar milih yang pas buat brandTiap platform punya karakter dan kebiasaan penonton yang beda. Memilih platform yang pas berarti mencocokkan karakter platform dengan tujuan dan jenis kontenmu.
  3. 3"Posting sama persis di semua platform": kenapa itu bukan strategiMenyalin konten yang sama persis ke semua platform terasa hemat, tapi mengabaikan bahwa tiap platform punya format dan kebiasaan penonton yang beda. Sesuaikan, jangan sekadar tempel.

Bab 4

Pilar Konten & Nyawa Brand (Dasar)

Pilar konten & DNA brand: rangka dan nyawa di balik konten.

  1. 1Apa itu content pillar (biar bikin konten brand nggak bingung mau bahas apa)Content pillar adalah beberapa tema utama yang jadi pegangan konten brand, supaya nggak bingung tiap mau posting dan kontennya tetap terarah.
  2. 2Cara nyusun 3-4 pilar konten sederhana buat brand sendiriMenyusun pillar bisa dimulai dari tiga sumber sederhana: apa yang berguna buat audiens, apa yang membangun kepercayaan, dan apa yang mengarah ke jualan. Tiga sampai empat sudah cukup.
  3. 3Bedain pilar konten vs sekadar "kategori posting"Pilar konten punya tujuan strategis di belakangnya, sedangkan kategori posting sekadar pengelompokan tanpa arah. Bedanya ada di pertanyaan "untuk apa".
  4. 4DNA brand, nyawa di balik konten: kenapa ada yang viral tapi "nggak brand banget"DNA brand adalah nyawa yang mengalir di semua konten apa pun pilarnya. Tanpa DNA, konten bisa viral tapi terasa kosong dan nggak meninggalkan kesan brand.

Bab 5

Dari Strategi ke Rencana Konten

Ubah strategi jadi kalender & brief yang bisa dijalankan.

  1. 1Apa itu content planning (dan kenapa beda sama bikin konten dadakan)Content planning adalah merencanakan konten beberapa waktu ke depan, bukan memutuskannya mendadak tiap hari. Planning bikin konten lebih tenang, terarah, dan konsisten.
  2. 2Dasar content calendar, ngatur kapan brand posting apaContent calendar adalah tabel sederhana berisi kapan posting, dari pillar mana, dan tentang apa. Alat dasar yang bikin perencanaan konten kelihatan jelas dan teratur.
  3. 3Bikin brief konten sederhana biar tim nggak nebak-nebakBrief konten adalah catatan singkat yang menjelaskan satu konten mau seperti apa, supaya tim yang mengerjakan nggak menebak-nebak. Beberapa poin saja sudah cukup.
  4. 4Konsisten vs sekali viral: kenapa presence brand dibangun dari konsistenSatu konten viral memberi lonjakan sesaat, tapi kehadiran brand yang kuat dibangun dari konten konsisten dari waktu ke waktu. Konsistensi mengalahkan keberuntungan sesaat.

Bab 6

Cek Hasil & Kapan Ganti Arah (Dasar)

Baca metrik dasar, lalu tahu kapan sabar dan kapan ganti arah.

  1. 1Tanda strategi sosmed jalan: metrik dasar yang perlu dilihatUntuk tahu strategi jalan atau nggak, lihat metrik yang sesuai dengan tujuanmu, bukan asal lihat angka yang besar. Like banyak belum tentu berarti kalau tujuanmu jualan.
  2. 2Kapan sabar, kapan ganti arah (dasar pivot tanpa panik)Strategi butuh waktu untuk terlihat hasilnya, jadi jangan ganti arah tiap minggu. Tapi kalau setelah waktu yang cukup tetap datar, itu sinyal untuk menyesuaikan, dengan tenang.