Nakama Creative Lab

Bab 6 · Cek Hasil & Kapan Ganti Arah (Dasar)

Tanda strategi sosmed jalan: metrik dasar yang perlu dilihat

Buka halaman statistik, lihat angka banyak, lalu bingung mana yang penting. Masalahnya bukan kurang angka, tapi belum tahu angka mana yang nyambung sama tujuanmu.


Tiap platform kasih banyak angka: view, like, komentar, share, save, followers. Gampang kewalahan dan akhirnya cuma lihat yang paling besar, biasanya like atau view. Padahal angka yang penting itu tergantung tujuanmu.

Kalau tujuanmu bikin brand dikenal, yang dilihat seberapa banyak orang baru yang melihat kontenmu (biasanya view dan jangkauan). Kalau tujuanmu bikin orang dekat dan berinteraksi, yang dilihat komentar, share, dan save, karena itu tanda orang peduli. Kalau tujuanmu jualan, yang dilihat seberapa banyak yang mengklik, bertanya, atau beli, bukan seberapa banyak like.

Like yang banyak terasa enak, tapi belum tentu berarti kalau tujuanmu jualan. Banyak akun ramai like tapi sepi pembeli. Lihat angka yang sesuai tujuan, bukan angka yang paling enak dilihat.

Analogi: Ini kayak nimbang badan pas program sehat. Kalau tujuanmu nambah massa otot, angka timbangan doang bisa nyesatin, karena otot itu berat. Yang lebih pas dilihat mungkin ukuran lengan atau kekuatan angkat. Lihat ukuran yang sesuai tujuan. Salah pilih ukuran bikin kamu salah menilai padahal sebenarnya progres.

Studi Kasus: Brand Parfum Lokal Aroma

Aroma, brand parfum lokal, sempat bangga karena kontennya rutin dapat ribuan like. Tapi penjualan dari sosmed seret. Mereka bingung, "like banyak kok nggak laku?"

Pas dicek, ternyata mereka selama ini cuma ngukur like, padahal tujuan utamanya jualan. Like banyak datang dari konten hiburan yang ramai ditonton, tapi penontonnya bukan orang yang niat beli parfum.

Mereka ganti angka yang dilihat, disesuaikan sama tujuan jualan: berapa orang yang klik link produk, berapa yang DM nanya harga, berapa yang nyimpen konten produk. Angka-angka ini lebih kecil dari like, tapi jauh lebih jujur soal apakah strateginya jalan. Dari situ mereka sadar konten hiburan ramai tapi nggak jualan, sementara konten yang nunjukin parfum dipakai di momen nyata justru lebih sedikit like-nya tapi lebih banyak yang nanya beli. Mereka geser fokus ke konten jenis kedua.

Coba Sekarang

Ingat lagi tujuan utama sosmed kamu (dikenal, diajak ngobrol, atau jualan). Lalu pilih satu sampai dua angka yang paling nyambung sama tujuan itu:

  • Kalau dikenal: lihat view dan jangkauan.
  • Kalau diajak ngobrol: lihat komentar, share, dan save.
  • Kalau jualan: lihat klik, DM masuk, atau pembelian.

Mulai sekarang, jadikan angka itu patokan utama, dan jangan terlalu terpaku sama like. Itu bikin penilaianmu jauh lebih jujur.

Takeaway

  • Untuk tahu strategi jalan atau nggak, lihat metrik yang sesuai dengan tujuanmu, bukan angka yang paling besar atau paling enak dilihat.
  • Like yang banyak terasa menyenangkan, tapi belum tentu berarti kalau tujuanmu jualan. Banyak akun ramai like tapi sepi pembeli.
  • Cocokkan angka dengan tujuan: view untuk dikenal, komentar/share/save untuk interaksi, klik/DM/pembelian untuk jualan.