Nakama Creative Lab

Bab 4 · Pilar Konten & Nyawa Brand (Dasar)

Cara nyusun 3-4 pilar konten sederhana buat brand sendiri

Tahu content pillar itu penting saja belum cukup. Yang sering bikin macet adalah bingung mulai dari mana untuk menyusunnya.


Menyusun pillar nggak harus rumit. Kamu bisa mulai dari tiga sumber pertanyaan sederhana, dan dari situ pillar-nya muncul sendiri.

Pertama, apa yang berguna buat audiens? Ini biasanya jadi pillar edukasi atau tips. Konten yang bikin orang dapat sesuatu walau nggak beli.

Kedua, apa yang bikin orang percaya sama brand kamu? Ini bisa jadi pillar cerita pelanggan, di balik layar, atau bukti hasil. Konten yang naikin kepercayaan.

Ketiga, apa yang mengarahkan orang ke pembelian? Ini pillar produk atau penawaran. Konten yang ngenalin apa yang kamu jual dengan cara yang enak.

Tiga sumber ini biasanya sudah menghasilkan tiga sampai empat pillar yang sehat. Nggak perlu lebih banyak di awal. Kebanyakan pillar malah bikin bingung lagi.

Analogi: Nyusun pillar itu kayak nyiapin isi piring yang seimbang. Ada karbo, ada protein, ada sayur. Kamu nggak perlu sepuluh jenis lauk. Tiga komponen utama yang seimbang sudah bikin makanan lengkap. Pillar juga gitu. Tiga sampai empat yang seimbang sudah bikin konten lengkap.

Studi Kasus: Barbershop Gaya

Gaya, barbershop yang baru buka cabang, bingung mau nyusun pillar apa. Mereka coba jawab tiga sumber pertanyaan tadi.

Apa yang berguna buat audiens? Tips rawat rambut dan rekomendasi model sesuai bentuk wajah. Jadilah pillar pertama: edukasi gaya rambut.

Apa yang bikin orang percaya? Hasil potongan pelanggan sebelum dan sesudah, plus suasana tempat yang nyaman. Jadilah pillar kedua: bukti hasil dan suasana.

Apa yang mengarah ke jualan? Info jam buka, harga, dan paket yang tersedia. Jadilah pillar ketiga: info layanan.

Tiga pillar, langsung dari tiga pertanyaan. Mereka nggak butuh lebih. Sekarang tiap minggu kontennya tinggal ngisi tiga rak itu secara bergantian, dan akunnya terasa lengkap tanpa ribet.

Coba Sekarang

Ambil kertas atau buka catatan, lalu jawab tiga pertanyaan ini untuk brand kamu:

  1. Apa yang berguna buat audiensku, walau mereka belum beli?
  2. Apa yang bisa bikin orang lebih percaya sama brand-ku?
  3. Apa yang ngenalin produk atau layananku dengan cara yang enak?

Tiap jawaban itu calon pillar kamu. Rapikan jadi tiga sampai empat tema, kasih nama yang gampang diingat, dan itu sudah jadi kerangka kontenmu.

Takeaway

  • Menyusun pillar bisa dimulai dari tiga pertanyaan: apa yang berguna buat audiens, apa yang membangun kepercayaan, dan apa yang mengarah ke jualan.
  • Tiga sampai empat pillar sudah cukup di awal. Terlalu banyak pillar malah bikin bingung lagi.
  • Beri tiap pillar nama yang gampang diingat, supaya tim langsung paham tiap konten masuk ke rak yang mana.