Nakama Creative Lab

Bab 2 · Tim & Peran

Cara baca: tim kekurangan orang atau cuma kurang jelas pembagiannya

Sebelum buru-buru rekrut orang baru, pastikan dulu masalahnya memang kurang tangan, atau cuma kurang kejelasan.


"Tim kita kurang orang." Ini keluhan yang paling sering kedengeran di tim sosmed. Kadang memang benar. Tapi sering juga keliru. Yang sebenarnya terjadi sering kali soal lain. Orang yang ada nggak jelas ngerjain apa, jadi banyak waktu kebuang buat bingung, nungguin, dan ngerjain hal yang sama dua kali.

Bedanya gini. Kalau kurang orang beneran, gejalanya semua fungsi sudah ada penanggung jawabnya yang jelas, semua kerja optimal, tapi tetap nggak kekejar karena volumenya kebanyakan. Tiap orang sudah penuh, nggak ada celah waktu nganggur. Ini baru sinyal sah buat nambah orang.

Kalau cuma kurang jelas pembagian, gejalanya beda. Ada kerjaan yang dikerjain dua orang tanpa sadar. Ada yang sering nungguin instruksi karena nggak tahu harus ngapain. Ada fungsi yang nggak jelas tanggung jawab siapa, jadi kelewat. Orangnya sebenarnya cukup, cuma energinya bocor ke kebingungan. Nambah orang di kondisi ini malah bikin tambah ribet, karena yang ditambah ikut bingung.

Cara ngecek paling cepat: tanya tiap orang di tim, "fungsi apa yang jadi tanggung jawab kamu, dan mana yang bukan?" Kalau jawabannya beda-beda, tumpang tindih, atau ragu, masalahnya bukan jumlah. Masalahnya kejelasan. Benahi kejelasan dulu. Sering kali setelah peran diperjelas, tim yang tadinya ngerasa kurang orang ternyata sudah cukup.

Analogi: Dapur restoran pas jam ramai yang kelihatan kekurangan tangan. Pesanan numpuk, semua teriak-teriak. Tapi kalau diperhatiin, dua orang sama-sama ngambil piring yang sama, satu orang berdiri nungguin karena nggak tahu tugasnya, dan nggak ada yang jaga kompor satunya. Tambah koki nggak akan nyelesaiin kalau yang kurang itu kejelasan siapa pegang stasiun mana. Begitu tiap orang tahu posnya, dapur yang sama bisa jalan lancar dengan jumlah orang yang sama.

Studi Kasus: Distro Anak Muda Reka

Reka, distro baju lokal, ngotot mau nambah dua orang karena tim sosmednya yang berempat ngerasa kewalahan. Sebelum rekrut, owner coba petakan dulu siapa ngerjain apa. Hasilnya bikin kaget. Dua orang sama-sama ngerasa bertanggung jawab atas caption, jadi sering bikin dua versi lalu berdebat mana yang dipakai. Satu orang sering nganggur nungguin desain dari yang lain. Dan nggak ada yang ngerasa bertugas lihat data hasil, jadi nggak pernah dilihat. Setelah peran diperjelas, kewalahan itu hilang tanpa nambah satu orang pun. Yang kurang ternyata kejelasan, sama sekali bukan jumlah tangan.

Coba Sekarang

Kasih satu pertanyaan ke tiap orang di tim kamu, dijawab terpisah tanpa nyontek: "Sebutkan fungsi yang jadi tanggung jawab utama kamu." Kumpulin jawabannya. Cari dua hal: fungsi yang disebut lebih dari satu orang (tumpang tindih), dan fungsi yang nggak disebut siapa-siapa (kelewat). Dua temuan itu nunjukin apakah masalah kamu soal kejelasan atau memang soal jumlah.

Takeaway

  • "Kurang orang" sering sebenarnya "kurang jelas siapa ngerjain apa".
  • Kurang orang sah kalau semua fungsi sudah jelas, semua penuh, tapi volume tetap nggak kekejar.
  • Cek dulu lewat tumpang tindih dan fungsi yang kelewat sebelum memutuskan rekrut.