Bab 2 · Tim & Peran
Fungsi-fungsi yang selalu ada di sosmed (walau timnya cuma 1 orang)
Walau akun kamu cuma diurus satu orang, sebenarnya ada banyak "pekerjaan" yang dia lakukan tanpa sadar.
Coba pelan-pelan lihat apa saja yang terjadi sebelum satu konten tayang. Ada yang mikir audiens kita suka apa. Ada yang nentuin minggu ini fokus ngomongin apa. Ada yang nyari ide kontennya. Ada yang nulis kata-katanya. Ada yang bikin visual atau videonya. Ada yang bales komen dan DM. Ada yang lihat hasilnya rame atau enggak. Itu semua fungsi yang beda, walau dikerjain orang yang sama.
Fungsi itu pekerjaannya, terpisah dari siapa orangnya. Di akun yang diurus satu orang, semua fungsi itu ditumpuk ke satu kepala. Di tim besar, fungsi-fungsi itu dibagi ke beberapa orang. Tapi fungsinya tetap sama. Yang berubah cuma berapa orang yang ngerjain.
Kenapa ini penting dipahami di awal? Karena begitu kamu tahu ada fungsi apa saja, kamu bisa ngecek mana yang selama ini kepegang dan mana yang kelewat. Sering kali sebuah akun "kurang jalan" gara-gara ada fungsi penting yang nggak pernah dikerjain siapa-siapa, padahal orangnya sudah rajin. Misalnya nggak ada yang pernah lihat data hasil, jadi tiap bulan ngulang kesalahan yang sama.
Fungsi-fungsi yang umumnya selalu ada: riset dan cari insight, nyusun strategi dan rencana, cari ide, nulis caption atau script, bikin visual dan video, ngedit, bales komen dan DM, dan lihat hasil lalu evaluasi. Sebagian brand punya tambahan, seperti ngurus iklan, ngurus KOL, atau live jualan, tergantung jenis bisnisnya.
Analogi: Warung kopi yang dijalanin sendirian sama pemiliknya. Dia yang belanja bahan, dia yang nyeduh, dia yang nyajiin, dia yang nyatet uang masuk, dia juga yang nyapu. Lima pekerjaan beda, satu orang. Pas warungnya rame dan dia nambah karyawan, pekerjaan itu dibagi. Tapi lima pekerjaan itu dari dulu memang ada, cuma dulu ditumpuk ke satu orang.
Studi Kasus: Skincare Lokal Glow
Glow, brand skincare kecil, diurus satu orang admin. Dia rajin posting tiap hari dan bales chat dengan cepat. Tapi penjualan dari sosmed segitu-segitu aja berbulan-bulan. Pas dilihat lebih teliti, ternyata dia ngerjain hampir semua fungsi dengan baik, kecuali dua. Dia nggak pernah riset audiens beneran, dan nggak pernah lihat data konten mana yang paling narik. Jadi dia kerja keras tiap hari, tapi nebak terus arahnya. Bukan dia kurang rajin. Dua fungsi penting cuma nggak kepegang.
Coba Sekarang
Tulis daftar delapan fungsi tadi: riset, strategi, ide, nulis, visual, edit, balas komen, evaluasi. Untuk akun kamu, kasih tanda di tiap fungsi: rutin dikerjain, kadang-kadang, atau hampir nggak pernah. Nggak usah dibetulin dulu. Lihat saja fungsi mana yang selama ini "hampir nggak pernah". Itu sering jadi penyebab diam-diam kenapa hasil sosmed mentok.
Takeaway
- Fungsi itu pekerjaannya, terpisah dari siapa orangnya. Di akun satu orang, semua fungsi ditumpuk ke satu kepala.
- Akun yang "kurang jalan" sering punya fungsi penting yang nggak pernah dikerjain siapa-siapa.
- Mulai dengan mengenali fungsi apa saja yang ada, lalu cek mana yang kepegang dan mana yang kelewat.

