Nakama Creative Lab

Bab 5 · KPI & Pengukuran

Apa itu KPI (dan kenapa "yang penting rame" itu bukan KPI)

"Yang penting rame" itu perasaan, dan perasaan susah dipakai buat ngukur. Kerja yang diukur pakai perasaan susah dievaluasi.


KPI itu singkatan dari key performance indicator. Bahasa gampangnya, angka yang kamu pilih untuk tahu apakah kerjaan kamu jalan ke arah yang benar. Kata kuncinya "dipilih". Dari banyak angka yang muncul di sosmed, KPI itu angka yang kamu putuskan paling penting untuk dilihat, karena dia paling nyambung sama tujuan kamu.

"Yang penting rame" gagal jadi KPI karena dua hal. Pertama, "rame" itu nggak punya ukuran pasti. Rame menurut siapa, dibanding apa, angkanya berapa. Kedua, rame belum tentu nyambung sama tujuan. Konten bisa rame komen karena kontroversi tapi nggak ada yang beli. Bisa banyak yang nonton tapi nggak ada yang inget brand-nya. Rame doang nggak ngasih tahu apakah kamu makin deket ke tujuan atau enggak.

KPI yang benar punya dua sifat. Dia angka yang jelas, bisa dilihat dan dibandingin. Dan dia nyambung ke tujuan, jadi naik turunnya angka itu punya arti buat bisnis. Kalau tujuan kamu jualan, KPI yang nyambung mungkin jumlah orang yang klik link produk. Kalau tujuan kamu dikenal, mungkin jumlah orang baru yang lihat konten. Angkanya beda tergantung tujuannya.

Punya KPI yang jelas ngubah cara tim kerja. Tanpa KPI, tiap akhir bulan cuma bisa bilang "kayaknya lumayan". Dengan KPI, kamu bisa bilang "bulan ini angka X naik sekian dari bulan lalu, berarti yang kita lakuin jalan". Evaluasi jadi punya dasar, dan keputusan berikutnya jadi lebih terarah, nggak nebak.

Analogi: Nyetir tanpa lihat speedometer dan bensin versus lihat. Tanpa indikator, kamu cuma ngandelin perasaan "kayaknya udah jauh" atau "kayaknya bensin masih ada". Sering meleset. Dengan indikator, kamu tahu pasti posisi kamu di mana dan masih bisa sejauh apa. KPI itu indikator buat kerja sosmed. Tanpa dia, kamu jalan tapi nggak tahu lagi di mana dan mau ke mana.

Studi Kasus: Jasa Servis AC Dingin

Dingin, jasa servis AC, rajin posting tiap hari dan kontennya lumayan rame like. Owner-nya puas, ngerasa sosmednya berhasil. Tapi pas ditanya berapa pelanggan yang datang dari sosmed, dia nggak bisa jawab. Ternyata "rame like" yang dia kejar nggak nyambung sama tujuan dia, yaitu dapat pelanggan servis. Setelah dipikir ulang, dia ganti angka yang dilihat jadi jumlah orang yang chat nanya servis lewat sosmed. Begitu KPI-nya diganti ke yang nyambung tujuan, dia mulai sadar konten jenis apa yang beneran bikin orang chat, dan mana yang cuma rame tapi sepi pelanggan. Angka yang dilihat berubah, dan keputusannya ikut jadi lebih tepat.

Coba Sekarang

Tulis tujuan utama sosmed kamu dalam satu kalimat, misalnya "dapat lebih banyak pembeli" atau "lebih dikenal di kota ini". Lalu tanya: angka apa yang paling nunjukin aku makin deket ke tujuan itu? Pilih satu angka saja dulu. Itu calon KPI utama kamu. Pastikan dia angka yang jelas dan nyambung tujuan, lebih dari sekadar yang paling gampang dilihat seperti jumlah like.

Takeaway

  • KPI itu angka yang kamu pilih untuk tahu apakah kerja sosmed jalan ke arah tujuan.
  • "Yang penting rame" gagal jadi KPI karena nggak punya ukuran pasti dan belum tentu nyambung tujuan.
  • KPI yang benar harus jelas angkanya dan nyambung ke tujuan, supaya naik turunnya punya arti.