Nakama Creative Lab

Bab 3 · Dari Mana Ide Datang

Satu topik bisa jadi banyak konten

Kamu nggak butuh seratus topik baru. Kamu butuh tahu cara memeras satu topik jadi banyak konten.


Salah satu sebab orang cepat lelah bikin konten adalah keyakinan bahwa tiap konten butuh topik yang sepenuhnya baru. Padahal satu topik bisa menghasilkan banyak konten kalau kamu tahu cara memecahnya. Ini menghemat tenaga sekaligus bikin pesanmu terserap lebih dalam karena diulang dari berbagai sisi.

Cara pertama memecahnya lewat angle. Satu topik bisa dilihat dari banyak sudut: sisi masalahnya, sisi solusinya, kesalahan umum, kisah nyata, perbandingan, atau pertanyaan yang sering muncul. Topik "merawat kulit kering" bisa jadi konten tentang penyebabnya, tentang kesalahan yang memperparah, tentang kebiasaan harian yang membantu, dan seterusnya. Masing-masing berdiri sebagai konten sendiri.

Cara kedua lewat format. Topik yang sama bisa disajikan sebagai video singkat, sebagai rangkaian gambar, sebagai cerita pengalaman, atau sebagai tanya jawab. Format yang berbeda menjangkau orang dengan selera yang berbeda. Dengan memecah lewat angle dan format, satu topik yang kuat bisa menghidupi kontenmu selama berminggu-minggu tanpa terasa mengulang.

Analogi: Satu topik itu kayak seekor ayam utuh. Kamu nggak harus beli ayam baru tiap kali masak. Dari satu ayam bisa jadi sup, ada bagian yang digoreng, ada yang disuwir buat isian. Satu bahan, banyak hidangan, asal kamu tahu cara mengolah tiap bagiannya.

Studi Kasus: Pupuk Organik Subur

Pupuk Organik Subur merasa kehabisan topik setelah beberapa minggu, karena menganggap tiap konten harus membahas hal yang sama sekali baru. Akunnya pun jarang diisi karena pemiliknya kewalahan mencari topik segar terus-menerus.

Dia lalu mencoba memeras satu topik: cara memakai pupuk organik untuk tanaman di pot. Dari satu topik itu, dia bikin konten tentang takaran yang tepat, tentang kesalahan yang bikin tanaman malah layu, tentang tanda tanaman kekurangan nutrisi, dan tentang pertanyaan pelanggan yang paling sering muncul. Dia juga menyajikannya dalam format berbeda, ada video dan ada rangkaian gambar. Satu topik itu menghidupi kontennya hampir dua minggu, dan pesannya justru lebih nempel karena diulang dari banyak sisi.

Coba Sekarang

Ambil satu topik yang kamu kuasai. Tulis lima angle berbeda dari topik itu: penyebab, kesalahan umum, kebiasaan yang membantu, kisah nyata, dan pertanyaan yang sering muncul. Sekarang kamu punya lima konten dari satu topik. Pilih satu dan tentukan formatnya.

Takeaway

  • Satu topik bisa menghasilkan banyak konten kalau dipecah dengan benar.
  • Pecah lewat angle (sudut pandang berbeda) dan lewat format (cara penyajian berbeda).
  • Memeras satu topik menghemat tenaga sekaligus membuat pesan terserap lebih dalam karena diulang dari banyak sisi.