Bab 1 · Kenapa Sosmed Butuh Sistem
Tanda-tanda tim sosmed yang jalan tanpa sistem
Tim tanpa sistem biasanya nggak sadar lagi nggak punya sistem. Mereka cuma ngerasa kerjaan kok capek banget terus.
Sistem yang nggak ada itu jarang kelihatan langsung. Yang kelihatan gejalanya. Sama kayak badan, kamu nggak lihat "kurang tidur", kamu lihat ngantuk, gampang marah, dan susah fokus. Di tim sosmed, gejalanya juga punya pola yang mirip dari satu tim ke tim lain.
Gejala pertama, konten selalu dadakan. Pagi baru mikir hari ini mau posting apa. Nggak ada rencana yang disusun dari jauh hari, jadi tiap hari mulai dari nol dan sering telat.
Gejala kedua, revisi muter-muter nggak kelar. Satu desain bisa direvisi lima kali karena tiap orang yang lihat punya selera beda, dan nggak ada patokan mana yang dianggap "sudah benar". Yang ngerjain capek, yang ngoreksi juga capek.
Gejala ketiga, sering ada kerjaan yang kelewat atau dobel. Dua orang ngerjain hal yang sama tanpa sadar, atau ada tugas penting yang nggak dikerjain siapa-siapa karena masing-masing ngira itu tugas orang lain.
Gejala keempat, kalau ditanya "kemarin hasilnya gimana", jawabannya samar. "Kayaknya bagus deh", "lumayan rame". Nggak ada angka, nggak ada catatan, jadi nggak ada yang belajar dari minggu lalu.
Analogi: Rumah tanpa jadwal bersih-bersih. Bukannya nggak pernah dibersihin, tapi tergantung siapa yang kebetulan nggak tahan lihat berantakan duluan. Kadang bersih banget, kadang numpuk seminggu. Piring sama gelas sering kecuci dua kali sama dua orang, sementara kamar mandi nggak kesentuh karena semua ngira yang lain udah ngepel.
Studi Kasus: Toko Bunga Mawar
Toko Bunga Mawar punya tim sosmed tiga orang. Tiap pagi mereka ngumpul, bingung mau posting apa, lalu buru-buru bikin konten sebelum siang. Satu foto buket bisa diedit ulang berkali-kali karena owner, admin, sama yang foto punya selera warna yang beda-beda.
Pas musim ramai pesanan datang, sosmed mereka malah berantakan. Ada hari kelewat nggak posting, ada hari posting dua kali topik yang sama dari dua orang. Saat ditanya konten mana yang paling banyak narik pesanan bulan lalu, nggak ada yang bisa jawab pasti. Semua gejala itu nunjuk ke satu hal yang sama. Kerjaan jalan, tapi tanpa sistem yang ngerapihin.
Coba Sekarang
Ambil empat gejala di atas: konten dadakan, revisi muter, kerjaan kelewat atau dobel, dan hasil yang nggak keukur. Beri tanda centang mana yang kamu rasakan di tim atau akun kamu dalam dua minggu terakhir. Nggak usah dibenerin dulu. Cukup sadari dulu yang mana yang paling sering muncul. Gejala yang paling sering itu petunjuk bagian sistem mana yang paling perlu kamu benahi lebih dulu.
Takeaway
- Sistem yang absen jarang kelihatan langsung. Yang kelihatan gejalanya.
- Empat gejala umum: konten dadakan, revisi muter, kerjaan kelewat atau dobel, dan hasil yang nggak keukur.
- Langkah pertama adalah mengenali gejala mana yang paling sering muncul, sebelum buru-buru membenahi.

