Bab 5 · Riset Kata Kunci & Trend
Cara Cek Sebuah Trend Masih Hidup atau Udah Lewat
Ikut tren itu bagus. Tapi ikut tren yang udah lewat bikin brand-mu kelihatan kayak orang yang baru ketawa di lelucon yang udah basi.
Tren di sosmed punya umur. Dia muncul, naik, memuncak, lalu turun dan akhirnya basi. Masalah umum pemula: lihat sebuah tren rame, ikut bikin, tapi pas kontennya tayang, trennya udah di fase turun, dan kontennya jadi kerasa telat. Makanya sebelum ikut tren, kamu perlu ngecek dulu: ini lagi naik atau udah lewat?
Cara sederhana ngeceknya: lihat tanggal konten-konten yang pakai tren itu. Kalau konten terpopuler yang pakai tren ini kebanyakan dari beberapa minggu atau bulan lalu, dan yang baru-baru makin sedikit, trennya kemungkinan udah turun. Sebaliknya, kalau banyak konten baru (beberapa hari terakhir) yang pakai tren itu dan masih dapat respons bagus, berarti masih hidup. Ada sinyal lain. Kalau brand-brand besar dan akun-akun mainstream udah ikut-ikutan, biasanya tren itu udah mendekati puncak atau malah lewat, soalnya mereka biasanya telat. Tren paling segar justru saat masih dimainkan kreator-kreator kecil.
Analogi: Kayak ngecek apakah sebuah lagu masih ngehits. Kalau yang nyanyiin tinggal acara-acara reuni dan orang-orang bilang "lagu jadul nih", ya udah lewat. Kalau masih sering muncul di tempat nongkrong anak muda dan orang masih excited, masih hidup. Kamu nggak mau jadi yang baru muterin lagu pas semua orang udah pindah ke lagu baru.
Studi Kasus: Brand Camilan Keripik Pedas Gledek
Keripik Gledek, brand camilan pedas, lihat satu format tren (sebuah gaya transisi video) yang rame dan langsung semangat mau ikut. Untungnya mereka cek dulu umurnya. Mereka lihat konten-konten teratas yang pakai format itu: mayoritas tayang 2 bulan lalu, dan konten baru yang pakai format sama makin sepi respons. Ditambah lagi, beberapa brand besar baru ikut format itu minggu ini, tanda klasik tren udah mau habis. Keripik Gledek batal ikut, dan nyari tren lain yang masih dimainkan kreator kecil dengan respons segar. Keputusan itu nyelametin mereka dari posting konten yang bakal kerasa telat 2 bulan begitu tayang.
Coba Sekarang
Pilih satu tren yang lagi kamu pertimbangkan buat diikuti. Cari beberapa konten populer yang pakai tren itu, dan lihat tanggal tayangnya. Apakah yang terpopuler kebanyakan baru (beberapa hari lalu) atau lama (berminggu-minggu lalu)? Cek juga: apakah konten baru yang pakai tren ini masih dapat respons bagus? Kalau yang baru masih hidup dan responsif, gas. Kalau yang rame cuma yang lama, lewati.
Takeaway
- Tren punya umur: muncul, naik, memuncak, turun, basi.
- Cek tanggal konten populer yang pakai tren itu. Kalau yang rame cuma yang lama, tren udah lewat.
- Brand besar dan akun mainstream ikut biasanya jadi tanda tren mendekati akhir. Tren tersegar masih di tangan kreator kecil.

