Nakama Creative Lab

Bab 1 · Cara Berpikir Kreatif

Pola itu pijakan, bukan cetakan

Pola yang berhasil itu undangan buat melompat, bukan kandang buat diam.


Di sosmed ada banyak pola yang terbukti bekerja: format tertentu, cara membuka tertentu, struktur cerita tertentu. Pola ini berguna, dan mempelajarinya itu langkah cerdas. Tapi ada dua cara memperlakukan pola, dan keduanya membawamu ke tempat yang sangat berbeda.

Cara pertama, memperlakukan pola sebagai cetakan. Kamu isi cetakan yang sama berulang-ulang, persis seperti contohnya. Aman, tapi kontenmu jadi seragam dengan ratusan orang lain yang memakai cetakan yang sama. Lama-lama audiens bosan karena sudah terlalu sering melihat bentuk itu. Cetakan yang dipakai semua orang berhenti menarik perhatian.

Cara kedua, memperlakukan pola sebagai pijakan. Kamu pahami kenapa pola itu bekerja, lalu pakai pemahaman itu untuk melompat ke sesuatu yang belum ada. Pola jadi titik tolak, lalu kamu dorong lebih jauh: membaliknya, menggabungkannya dengan pola lain, atau menghilangkan satu elemennya untuk melihat apa yang muncul. Di sinilah hal yang segar lahir, di atas dasar yang kokoh.

Analogi: Pola itu kayak papan loncat di kolam renang. Kalau kamu cuma berdiri di atasnya, kamu nggak ke mana-mana, sama seperti orang lain yang juga cuma berdiri. Papan itu gunanya buat ditekan lalu melompat. Makin paham cara kerja papannya, makin tinggi kamu bisa melompat ke tempat yang belum dicapai orang lain.

Studi Kasus: Mainan Edukasi Pintar

Mainan Edukasi Pintar memakai satu pola konten yang sedang umum: video cepat memamerkan produk dengan musik ramai. Karena semua toko mainan memakai pola yang sama, kontennya tenggelam dalam keseragaman.

Dia lalu memperlakukan pola itu sebagai pijakan. Dia paham pola itu bekerja karena menunjukkan produk dengan cepat dan menyenangkan. Lalu dia melompat. Dia tinggalkan cara memamerkan mainan, dan menggantinya dengan menunjukkan anak betulan kebingungan lalu menemukan cara memainkannya, dengan ritme cepat yang sama. Inti yang membuat pola itu bekerja tetap ada, dengan bentuk yang baru dan lebih nyata. Kontennya menonjol justru karena berdiri di atas pola itu, bukannya terjebak di dalamnya seperti yang lain.

Coba Sekarang

Ambil satu pola konten yang sedang umum di bidangmu. Tulis satu kalimat kenapa pola itu bekerja. Lalu pilih satu cara mendorongnya: balik urutannya, gabungkan dengan pola lain, atau hilangkan satu elemen yang biasanya selalu ada. Bikin satu konten dari hasil dorongan itu, bukan dari pola aslinya.

Takeaway

  • Pola yang berhasil bisa diperlakukan sebagai cetakan atau pijakan, dan keduanya berbeda jauh.
  • Memakai pola sebagai cetakan bikin kontenmu seragam dan lama-lama membosankan.
  • Pahami kenapa pola bekerja, lalu pakai sebagai pijakan untuk melompat ke sesuatu yang lebih segar.