Nakama Creative Lab

Bab 4 · Menutup dengan Aksi

Satu konten satu aksi: jangan minta orang ngelakuin lima hal sekaligus

Makin banyak yang kamu minta, makin kecil kemungkinan orang ngelakuin satu pun.


Ini kelihatan berlawanan sama akal sehat. Harusnya kalau kamu minta lima hal, paling nggak satu kena, kan? Kenyataannya kebalik. Pas pembaca dihadapkan ke banyak pilihan aksi sekaligus, otaknya harus mutusin mau yang mana, dan keputusan itu butuh energi. Karena lagi males-malesnya pas scroll, mereka milih jalan paling gampang: nggak ngapa-ngapain.

Penutup yang minta "like, komen, share, follow, simpan, dan cek link di bio" itu sebenarnya nggak minta apa-apa. Terlalu banyak yang dilempar bikin nggak ada satu pun yang nyangkut jelas. Pembaca kebanjiran instruksi, terus scroll pergi tanpa beraksi.

Satu konten, satu aksi. Tentuin satu hal yang paling kamu pengen pembaca lakuin abis lihat konten ini, terus arahin seluruh penutup ke sana. Satu aksi yang jelas jauh lebih gampang diikutin daripada lima aksi yang berebut perhatian. Pembaca tahu persis apa yang diharapin, dan kejelasan itu yang bikin mereka gerak.

Ini juga maksa kamu mikir lebih tajam. Pas cuma boleh milih satu aksi, kamu harus jujur soal apa tujuan konten ini sebenarnya. Buat dapet interaksi? Buat dapet penjualan? Buat nambah pengikut? Tiap konten punya satu tujuan utama, dan aksi yang kamu minta harusnya nyambung langsung ke tujuan itu.

Analogi: Bayangin kamu kasih arah ke orang yang nyasar. Kalau kamu bilang "belok kiri, eh atau lurus aja, atau mungkin lewat gang sebelah juga bisa, atau muter balik", orang itu makin bingung dan diem di tempat. Tapi kalau kamu bilang "lurus aja sampai lampu merah, terus belok kiri", dia langsung jalan. Satu arah yang jelas bikin orang gerak. Banyak pilihan bikin orang beku.

Studi Kasus: Kursus Online Jago Desain

Jago Desain, kursus desain online, bikin konten soal tips desain buat pemula. Penutup lamanya: "Like kalau bermanfaat, komen pertanyaanmu, share ke temen yang butuh, follow buat tips lainnya, dan jangan lupa cek kelas kami di link bio ya!".

Lima aksi dalam satu napas. Pembaca yang baca ngerasa kebanjiran dan akhirnya cuma scroll.

Mereka pikir ulang tujuan konten ini. Tujuannya nambah orang yang kenal kelas mereka. Jadi penutupnya difokusin ke satu aksi: "Kalau mau belajar desain dari nol secara terarah, kelas pemula kami ada di link bio. Mulai dari situ." Cuma satu arah, jelas, nyambung sama tujuan konten. Yang tertarik tahu persis harus ke mana.

Coba Sekarang

Buka penutup konten terakhirmu dan hitung ada berapa aksi yang kamu minta. Kalau lebih dari satu, tanya: dari semua ini, satu aksi mana yang paling nyambung sama tujuan konten ini? Pilih yang itu, hapus sisanya. Penutup yang tadinya panjang dan sibuk bakal langsung kerasa lebih tegas dan lebih gampang diikutin begitu cuma bawa satu ajakan.

Takeaway

  • Minta banyak aksi sekaligus bikin otak pembaca kebanjiran pilihan, dan jalan termudahnya diam.
  • Satu konten sebaiknya minta satu aksi yang jelas, biar pembaca tahu persis apa yang diharapin.
  • Aksi yang kamu minta harus nyambung langsung sama satu tujuan utama konten itu.