Nakama Creative Lab

Bab 4 · Menemukan Pola

Mengenali pola dari kumpulan konten (bukan dari satu yang menonjol)

Pola tidak muncul dari menatap satu konten lama-lama. Pola muncul saat kamu menjajarkan beberapa konten dan mencari kesamaan yang tadinya tidak kelihatan.


Caranya sebenarnya sederhana. Ambil tiga sampai lima konten teratasmu, taruh berdampingan, lalu tanya satu pertanyaan: apa yang sama di antara mereka? Lihat hook-nya, formatnya, topiknya, panjangnya, gaya visualnya, jam tayangnya. Kamu sedang berburu kesamaan yang muncul berulang. Begitu kamu lihat ciri yang sama nongol di tiga dari lima konten teratas, kamu memegang kandidat pola.

Lakukan hal yang sama untuk konten terbawah. Ini sering terlupa, padahal sama berharganya. Apa yang sama di antara konten yang gagal? Kadang pola di konten gagal justru lebih jelas daripada di konten sukses, dan dia memberitahu kamu apa yang harus dihindari. Dua sisi ini, kesamaan di puncak dan kesamaan di dasar, bersama-sama melukiskan gambaran apa yang berhasil untuk audiensmu.

Analogi: Detektif tidak memecahkan kasus dari satu petunjuk. Dia menaruh semua bukti di papan, menarik benang antar petunjuk, mencari yang berulang. Pelakunya muncul dari pola yang menghubungkan banyak petunjuk, bukan dari satu sidik jari saja. Menganalisis konten itu kerja detektif pada datamu sendiri.

Studi Kasus: Manis Manja

Manis Manja, toko kue ulang tahun, menjajarkan lima konten teratasnya dalam satu layar untuk pertama kali. Selama ini mereka menilai konten satu per satu, jadi kesamaan antar konten tidak pernah terlihat.

Begitu kelimanya bersebelahan, satu hal langsung mencolok. Empat dari lima dibuka dengan momen memotong kue saat lapisan dalamnya terlihat. Pola pembuka yang sama, dan tidak pernah mereka sadari sebelum konten-konten itu disandingkan. Untuk memastikan, mereka jajarkan juga lima konten terbawah, dan tidak satu pun punya momen potong di awal, kebanyakan dibuka dengan kue utuh yang diam. Dua gambaran itu menyatu jadi satu kesimpulan jernih: pembukaan dengan momen potong adalah penariknya. Pola itu hanya bisa terlihat ketika konten dilihat sebagai kumpulan, bukan satu-satu.

Coba Sekarang

Buka lima konten teratasmu bulan ini dalam satu layar, benar-benar berdampingan. Tulis ciri tiap konten dalam satu baris: hook, format, topik. Sekarang cari kolom mana yang isinya paling sering sama. Ulangi untuk lima konten terbawah. Kesamaan yang berulang di puncak adalah yang harus kamu perbanyak, dan kesamaan di dasar adalah yang harus kamu hindari.

Takeaway

  • Pola muncul saat kamu menjajarkan beberapa konten dan mencari ciri yang berulang, bukan dari menatap satu konten.
  • Lakukan pencarian kesamaan untuk konten teratas dan terbawah sekaligus.
  • Kesamaan di konten gagal sering memberi petunjuk sejelas kesamaan di konten sukses.