Retention rate itu berapa persen penonton yang masih bertahan di tiap detik. Atur nilainya per detik, lalu lihat bentuk kurvamu vs batas ideal, status otomatis (Aman, Warning, Flop) beserta alasannya, dan penilaian per detik. Latihan membaca kurva sebelum ngulik data asli dari analytics.
KontenmuBatas ideal
Kurvanya landai — semua dalam batas ideal (Rule A & Rule B terpenuhi).
Atur retention tiap detik
Geser slider atau ketik angkanya. Nilai cuma bisa turun/datar — detik 0 selalu 100%.
Contoh cepat
Ceritakan isi tiap detik
Tulis apa yang terjadi di tiap detik. Wajib diisi semua (detik 0–5) supaya bisa unduh hasilnya.
Bingung nulis apa? Sebutkan yang kelihatan atau kedengaran di detik itu: hook, sound/audio, narasi, teks yang muncul, transisi/cut, talent lagi ngapain, atau dialog. Makin jelas, makin gampang lihat kenapa retention naik atau turun di titik itu.
Terisi 0 dari 6 detik.
Detik 1 — kekuatan hook
Dinilai dari angka absolutnya: ≥ 90% hijau, 85–89% kuning, < 85% merah. Kalau detik 1 sudah jeblok, orang skip di awal.
Detik 2 ke atas — besar penurunan
Dinilai dari seberapa tajam turun dari detik sebelumnya: turun ≤ 10% hijau, 11–15% kuning, > 15% merah (longsor).
Ketolong (menggendong)
Detik merah dianggap ketolong kalau penurunan ke detik berikutnya ≤ 3% — artinya langsung stabil setelah jeblok, jadi tidak dihitung sebagai kegagalan fatal untuk status keseluruhan.
Status keseluruhan
Flop kalau ada detik merah yang tidak ketolong. Warning kalau ada kuning atau merah-yang-ketolong. Aman kalau semua landai dalam batas ideal.
Unduh hasil masih terkunci
Isi dulu deskripsi tiap detik (detik 0–5) di atas supaya hasil unduhannya lengkap. Terisi 0 dari 6 detik.
Ini alat latihan untuk membaca bentuk kurva retention, bukan standar baku tiap platform. Yang penting dipahami: hook di detik awal menentukan, dan penurunan tajam (longsor) jauh lebih bahaya daripada turun landai. Bandingkan dengan data asli dari analytics-mu.