Nakama Creative Lab

Retention Rate Simulator

Retention rate itu berapa persen penonton yang masih bertahan di tiap detik. Atur nilainya per detik, lalu lihat bentuk kurvamu vs batas ideal, status otomatis (Aman, Warning, Flop) beserta alasannya, dan penilaian per detik. Latihan membaca kurva sebelum ngulik data asli dari analytics.

050100012345

KontenmuBatas ideal

Aman

Kurvanya landai — semua dalam batas ideal (Rule A & Rule B terpenuhi).

Detik 1 · 92% · HijauDetik 2 · 84% · HijauDetik 3 · 76% · HijauDetik 4 · 68% · HijauDetik 5 · 60% · Hijau

Atur retention tiap detik

Geser slider atau ketik angkanya. Nilai cuma bisa turun/datar — detik 0 selalu 100%.

Detik 1
Detik 2
Detik 3
Detik 4
Detik 5

Contoh cepat

Ceritakan isi tiap detik

Tulis apa yang terjadi di tiap detik. Wajib diisi semua (detik 0–5) supaya bisa unduh hasilnya.

Bingung nulis apa? Sebutkan yang kelihatan atau kedengaran di detik itu: hook, sound/audio, narasi, teks yang muncul, transisi/cut, talent lagi ngapain, atau dialog. Makin jelas, makin gampang lihat kenapa retention naik atau turun di titik itu.

Detik 0100%
Detik 192%
Detik 284%
Detik 376%
Detik 468%
Detik 560%

Terisi 0 dari 6 detik.

Cara penilaiannya

Detik 1 — kekuatan hook

Dinilai dari angka absolutnya: 90% hijau, 8589% kuning, < 85% merah. Kalau detik 1 sudah jeblok, orang skip di awal.

Detik 2 ke atas — besar penurunan

Dinilai dari seberapa tajam turun dari detik sebelumnya: turun ≤ 10% hijau, 1115% kuning, > 15% merah (longsor).

Ketolong (menggendong)

Detik merah dianggap ketolong kalau penurunan ke detik berikutnya ≤ 3% — artinya langsung stabil setelah jeblok, jadi tidak dihitung sebagai kegagalan fatal untuk status keseluruhan.

Status keseluruhan

Flop kalau ada detik merah yang tidak ketolong. Warning kalau ada kuning atau merah-yang-ketolong. Aman kalau semua landai dalam batas ideal.

Unduh hasil masih terkunci

Isi dulu deskripsi tiap detik (detik 0–5) di atas supaya hasil unduhannya lengkap. Terisi 0 dari 6 detik.

Ini alat latihan untuk membaca bentuk kurva retention, bukan standar baku tiap platform. Yang penting dipahami: hook di detik awal menentukan, dan penurunan tajam (longsor) jauh lebih bahaya daripada turun landai. Bandingkan dengan data asli dari analytics-mu.